Abdul Aziz |
Dijelaskan Abdul Aziz, KLA ini merupakan anugerah untuk kepala daerah yang telah melakukan pembangunan pemenuhan hak dan perlindungan anak. KLA dijabarkan ke dalam 5 klaster, klaster pertama yaitu hak sipil dan kebebasan, klaster kedua yaitu lingkungan keluarga dan pengasuhan alternatif, ketiga kesehatan dasar dan kesejahteraan, keempat pendidikan, pemanfaatan waktu luang dan kegiatan budaya, kemudian kelima perlindungan khusus.
"Penyelenggaraan KLA itu adalah komitmen pimpinan yang dibentuk gugus tugas KLA, di dalamnya bupati sebagai penanggungjawab, sedangkan anggotanya adalah dinas-dinas," paparnya, Jumat (26/7/2019) siang.
Pemerintah Kabupaten Karawang, kata Abdul Aziz, telah menggratiskan akte kelahiran, perpustakaan bacaan anak, menyediakan ruang terbuka ramah anak termasuk menekan angka kematian ibu dan bayi. Semua dinas dilibatkan untuk menyediakan sarana KLA.
Diketahui, penghargaan KLA 2019 merupakan pengakuan atas komitmen dan peran para pimpinan kementerian, lembaga dan pemerintah daerah dalam upaya mewujudkan Kota Layak Anak berdasarkan komponen yang menjadi standarisasi Kota/kabupaten Layak Anak melalui implementasi pemenuhan 5 klaster hak anak dan pemenuhan berbagai aspek, yakni aspek sosiologis, aspek perlindungan dan aspek kelembagaan.
Penganugerahan Kabupaten/Kota Layak Anak 2019 merupakan bagian dari amanat Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Pelindungan Anak yang menyebutkan upaya-upaya pelindungan anak merupakan tanggung jawab pemerintah daerah.
Sementara itu, Yohana Susana Yambise menyatakan, bertambahnya jumlah kota penerima penghargaan KLA di tahun ini menjadi bukti meningkatnya perhatian pemerintah daerah terhadap perkembangan anak di wilayahnya. Tercatat hingga Juni 2019, sudah 247 yang mendapatkan penghargaan, dari jumlah tersebut sebanyak 135 kota/kabupaten yang mendapatkan penghargaan Pratama. (rls/spn)